Profil dan Biografi Pak Ngah Juri D' Academy Asia dari Malaysia

Profil dan Biografi Pak Ngah Juri D' Academy Asia dari Malaysia
Pak Ngah - Foto pakngahproduction,com
Profil dan Biografi Pak Ngah Juri D' Academy Asia dari Malaysia - Nama Pak Ngah atau Suhaimi Mohd Zain dalam blantika musim melayu memang sudah tak asing lagi, apalagi kini wajahnya menghiasi kayar kaca Indonesia dengan menjadi juri Dangdut Academy Asia yang digelar Indosiar bersama tiga rekannya dari Singapura , Brunei dan Indonesia.

Pencinta lagu Melayu ini sebelum memberikan komentar pasti muncul dengan pakaian-pakaian tradisional Malaysia dan juga sering muncul dengan memperkenalkan berbagai macam budaya Malaysia.

Ia adalah komposer serta arranger legendaris dari negeri jiran, Malaysia. Pak tua asal Kampung Baru, Kuala Lumpur ini dilahirkan pada tanggal 26 September 1958 silam. Pak Ngah sudah menikah dengan wanita bernama Sharifah Mahani Syed Kassim. 

Mereka dikarunia 2 orang anak yakni Siti Syafrina serta Mohd Syahrani. Karir sebelum menjadi komposer top, Pak Ngah ialah lulusan Sekolah Rendah Jalan Gurney, Kuala Lumpur (1969) serta Sekolah Menengah Jalan Ampang, Kuala Lumpur (1975)


Profil dan Biografi Pak Ngah Juri D' Academy Asia dari Malaysia

Pak Ngah memulai karirnya di bidang musik semenjak dia masih muda dengan mencoba untuk menciptakan lagu – lagu Melayu sebagai penyaluran atas bakat seninya yang besar. Dengan kegigihannya, pada tahun 1997, penyanyi pop Malaysia yakni Noraniza Idris tertarik untuk menyanyikan lagu ciptaannya. Lagu berjudul Mahligai Asli ciptaannya terdapat dalam album pertama Noraniza Idris yakni ALA DONDANG. 

Dan ketika itulah nama Pak Ngah semakin dikenal diantara para penyanyi Malaysia. Pak Ngah juga semakin intens untuk dimintai bantuannya dalam album – album Noraniza Idris. Ada lagu Joget Berkias Kasih di album berjudul MASYHUR (1998), Joget Si Kaduk Junjung di album BEKABA (1999), serta masih banyak yang lain.

Suhaimi Mohd Zain atau Pak Ngah atau ialah seorang komposer dari Malaysia yang menciptakan notasi lagu "Laksmana Raja di Laut" pada 1993 untuk keperluan sebuah pertunjukkan teater. Dimana lagunya sendiri diberinya judul "Nostalgia Idul Fitri" yang selanjutnya dipopulerkan oleh artis tenar Malaysia, Sarifah Aini. 

Namun notasi lagu itu sendiri selanjutnya terus menyebar sampai ke Riau yang selanjutnya liriknya digubah dengan pantun-pantun yang memang menjadi sastra lisan di daerah itu. Dapat dibilang lagu itu selanjutnya menjadi semacam lagu rakyat tanpa diketahui pasti siapa penciptanya.
Profil dan Biografi Pak Ngah Juri D' Academy Asia dari Malaysia
Pak Ngah dan Iyeth Bustami - Kapanlagi,com

Pak Ngah sendiri akui tak tahu apa isi lagu "Laksmana Raja di Laut", sama juga maknanya. "Saya memang tak menulis lirik lagu itu, namun aku hanya menciptakan notasi lagunya. Jadi aku tak tahu Perihal syair lagu itu," paparnya. 

"Laksmana Raja di Laut" ialah julukan bagi seorang pendekar yang sudah mendirikan Bandar Bengkalis. Pendekar itu yang selama ini mengusir kehadiran kaum komunis ke daerah tersebut maka selanjutnya memperoleh julukan Laksmana Raja Di Laut. Pak Ngah sudah mengizinkannya memakai notasi lagu itu namun dia akui kaget serta bingung saat mengetahui Noorman Yahya mendaftarkan lagu itu ke Dirjen HAKI.

Sementara lagu legendaris Cindai yang dinyanyikan oleh penyanyi terkenal Siti Nurhaliza menjadikan nama Pak Ngah semakin melambung tinggi. Lagu ini menjadi klimaks dari perjalanan karir Pak Ngah sebagai pencipta lagu. 

Selanjutnya kerjasama yang terjalin antara Pak Ngah serta Siti Nurhaliza pun terus berlanjut sampai Pak Ngah memproduseri album SANGGAR MU STIKA milik Siti Nurhaliza yang keluar pada tahun 2007. 

Pada album ini Pak Ngah juga menciptakan lagu yang berjudul Nirmala serta Sulam Sembilan. Dan berhasil sebagai pencipta lagu, Pak Ngah menjadikan keputusan berani dengan mendirikan perusahaan rekaman yang bernama Pak Ngah Production Sdn. Bhd yang mengakomodir kebutuhannya dalam mengembangkan karir musiknya.

Sebagai tambahan baru – baru ini Pak Ngah juga terlibat sebagai komposer serta kreator dalam drama musical Upin Ipin yang diadaptasi dari kartun asal Malaysia yang terkenal itu. Pak Ngah juga membidani lahirnya trio vokal yakni TRIO BIDADARI asal Jambi. Dimana trio ini terdiri dari 3 penyanyi cantik yakni Wulan, Putri, serta Pipin. Lagu ciptaannya Lagu Cindai (1997), Lagu Nirmala (2007) serta Lagu Jelmakanlah Ayumu (2008). 

Kini Pak Ngah tengah menjadi salah satu juri wakil dari Malaysia untuk acara Dangdut Academy Asia yang ditayangkan Statsiun Televisi Indosiar di Indonesia dan masukan serta komentarnya diharapkan dapat membantu para peserta semakin maju dan pintar dalam bernyanyi Dangdut maupun bernyanyi cengkok Melayu. [Baca Juga : Profil dan Biografi Mayuni Omar Juri D' Academy Asia Dari Singapura]




Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

3 comments

comments
December 25, 2015 at 4:35 AM delete

Juri seperti ini tidak memiliki konsep yang jelas dan standar. Teorinya dia hanya dipakai untuk mengatur kemenangan belaka. Ini tupical koruptor di Bidang Musik. Untuk kedepan tolong dipilih juri yang benar2 punya konsep dan standar penilaian dan tentu saja memiliki kualitas musikalitas yang tinggi. Kalau orang2 seperti Pak Ngah ini dipertahankan sebagai Juri, kok rasanya ndak yakin ya Program DA Asia ini bakala melahirkan artis dangdut skala Asia bahkan dunia.

Reply
avatar
March 10, 2016 at 6:53 PM delete

Download lagu Lesti di www.Targetlagu.id

Reply
avatar